Minggu, 06 April 2014

PREDIKSI PERISTIWA PEMILU 2014


Bismillahirrahmanirrahim,
Dalam artikel pertama blog ini akan membahas “Prediksi Peristiwa Pemilu 2014”. Wah kenapa nih harus ada prediksi segala? Sebenarnya saya hanya menyampaikan apa yang ada dalam benak saya yang mungkin bisa untuk berbagi informasi kepada para pembacanya. Sebelumnya saya mohon maaf bukannya berusaha mendahului takdir atau ketetapan Allah swt. Saya hanya ingin tahu apakah prediksi saya mengenai Pemilu 2014 ini tepat atau tidak. Selain itu saya sebagai seorang mahasiswa tidak berpihak ke partai politik yang disebutkan atau memojokkan suatu partai politik.


Kita mulai dari tahun baru 2014 yang menandakan masuknya tahun politik bagi bangsa Indonesia. Sebelumnya akan dibahas prediksi dari sama persisnya antara kalender tahun 1997 dengan 2014. Pada Pemilu 1997 tuntutan perubahan semakin gencar. Pemerintah akhirnya setuju mengurangi kursi ABRI di DPR.  Dari 100 kursi dikurangi menjadi 75 kursi. Sementara Golongan Karya berhasil memperoleh 325 kursi. Ini jumlah terbanyak sejak pemilu 1971.  Partai Demokrasi Indonesia jauh terpuruk hanya mendapat 11 kursi. Anjloknya suara Partai Demokrasi Indonesia diduga setelah masyarakat melihat Partai Demokrasi Indonesia yang sekarang berbeda setelah tragedi 27 Juli 1996, apalagi muncul PDI Soerjadi dan PDI Megawati. Hampir sama halnya dengan Pemilu 2014 yang diharapkan oleh masyarakat bisa membawa perubahan serta partai politik yang elektabilitasnya sedang baik yaitu PDIP. Kita tahu pada tahun 1997 Indonesia mengalami kerusuhan dan krisis politik yang kebetulan tahun 2014 ini Indonesia juga akan melaksanakan tahun politik juga yaitu pemilu.

Kita bahas persamaan tahun 1997 dengan 2014. Ambil contoh, tanggal 1 Januari pada tahun tersebut sama-sama jatuh pada hari Rabu. Sementara akhir tahun juga jatuh pada hari Rabu. Bulan Februari juga sama-sama mempunyai 28 hari. Setelah tahun baru Imlek terjadi pesamaan hari, tanggal, serta bulan antara 1997 dengan 2014. Jika anda perhatikan kalender 2014 ada beberapa angka menarik di tahun ini. Pertama tanggal 4/4/2014 jatuh hari Jumat, kedua tanggal 6/6/2014 juga jatuh pada hari Jumat, lalu 8/8/2014 jatuh pada hari Jumat lagi, masih ada lagi 10/10/2014 yang bertepatan hari Jumat lagi dan terakhir 12/12/2014 tepat hari jumat juga. Coba anda bandingkan dengan kalender 1997.



Prediksi saya beberapa peristiwa penting yang terjadi tahun 1997 akan terulang kembali di tahun 2014. Namun, dia berharap, kejadian buruk di tahun 1997 seperti bencana alam dan kerusuhan tidak kembali terulang. Akibat hasil pemilu ada kerusuhan yang terjadi yang diperkirakan akan dilakukan oleh Prabowo akibat kalah oleh Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Beliau terlihat sekali ambisinya sebelum pemilu ketika ada kata-kata Partai Gerindra yang berbunyi “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.”

Setelah PDIP menyatakan bahwa Joko Widodo menjadi calon presiden (capres). Pihak Prabowo dan Partai Gerindra terlihat sangat kecewa. Pihak Gerindra langsung melancarkan serangan diawali mengungkit “Perjanjian Batu Tulis” yang salah satu berisi bahwa Megawati dan PDIP mendukung pencapresan Prabowo di Pemilu 2014. Hingga serangan ke Jokowi yang mencari kesalahan-kesalahan dari capres PDIP tersebut. Ini tebukti bahwa Prabowo yang merupakan mantan Komandan Jenderal Kopassus (http://id.wikipedia.org/wiki/Prabowo_Subianto) memperlihatkan kekecewaannya. Kemungkinan Prabowo akan menurunkan Kopassus untuk membuat kerusuhan di Indonesia. Prabowo takut bersaing dengan Jokowi (http://news.detik.com/read/2013/12/13/135632/2441305/10/prabowo-takut-bersaing-dengan-jokowi?nd771104bcj). Prabowo mengakui sulit, tapi yakin dirinya menang (http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/04/08/269568793/Prabowoi-Suliti-tapi-Saya-Yakin-Menang). Prabowo bukan lawan ringan, Jokowi jangan merasa kuat (http://nasional.kompas.com/read/2014/03/17/0947409/Prabowo.Bukan.Lawan.Ringan.Jokowi.Jangan.Merasa.Kuat). Apakah Prabowo tidak akan terima apabila gagal menjadi presiden di tahun ini? Kita lihat saja.


Pada pemilu ini saya prediksi partai yang memenangi pemilu 2014 adalah PDI Perjuangan. Mengapa? Karena elektabilitasnya terus naik di tahun 2014 serta adanya sosok Jokowi yang dianggap masyarakat bisa memberikan Indonesia lebih baik di masa depan. Kita main prediksi angka saja. Arti dibalik Pemilu 2014, angka 2014.
20        = Partai meraih suara kurang dari 20%
1          = Posisi yang diraih/pemenang pemilu
4          = Partai nomor 4 yang akan memenangkan pemilu yaitu PDIP
Apabila PDIP bisa meraih 20% suara maka otomatis Jokowi bisa maju sebagai calon presiden.
           

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini saya memprediksi Joko Widodo akan menang dan menjadi Presiden Republik Indonesia. Mengapa? Karena Jokowi terbukti menjadi walikota terbaik di dunia & beliau memiliki rekam jejak yang baik dalam memimpin suatu daerah. Berdasarkan Jokowi dan survey langit (http://nasional.inilah.com/read/detail/2083591/jokowi-dan-survei-langit#.U0UJPaiSx8o). Selain itu juga ada 10 Alasan Mengapa Jokowi Layak Dicapreskan Untuk RI-1 periode 2014-2019:
1. Dilihat dari rekam jejak dan sepak terjangnya dalam hal kesehatan, pendidikan, perlindungan warga negara, perekonomian rakyat, dll, Jokowi adalah seorang pemimpin yang Konstitusionali­­s. Artinya beliau
taat, mengerti, dan melaksanakan amanah UUD 1945 dan Pancasila (yang adalah hukum tertinggi dan fondasi Republik ini). Beliau mampu memimpin bangsa ini kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila
2. Beliau tidak mempunyai hutang dan beban apapun kepada siapapun, baik itu beban moral, politik, bisnis, uang, hutang budi, dlsbg, kecuali kepada Rakyat yang dipimpinnya
3. Beliau menganut sistem “Principled Leadership”. Artinya beliau memimpin berdasarkan prinsip, tidak bisa dinego, disuap, dipengaruhi, diancam, dsb. Bahkan bawahannya yang tidak mengikuti prinsip prinsip beliau akan dijatuhkan sangsi, ditinggal, dipindahkan, atau bahkan dipecat
4. Beliau adalah seorang pemimpin yang bersih alias bebas dari segala bentuk KKN. Ini disebabkan oleh poin #3. Tidak pernah ada satu kasus korupsi apapun yang menyeret atau mengarah kepadanya. Malah sebaliknya, para bawahannya yang terlibat KKN langsung dipecat
5. Beliau adalah pemimpin yang tegas dan berani mengambil segala resiko, asalkan keputusan dan solusinya sejalan dengan prinsip prinsip beliau (seperti dalam poin # 3)
6. Beliau adalah pemimpin yang visioner dan “Results-Orient­­ed”. Artinya beliau selalu memimpin dengan fokus pandangan dan tujuan ke depan, selalu mempunyai target pembangunan, dan senantiasa mengawal dan memastikan targetnya terrealisasi
7. Beliau adalah pekerja lapangan dan “Problem-Solver­­”. Alasan utama, beliau mengerti bahwa masalah selalu ada di lapangan bukan di kantor. Oleh sebab itu beliau sering terjun ke lapangan untuk mendengarkan langsung keluh-kesah warga, baru kemudian beliau memetakan masalah. Setelah tahu masalahnya, solusi dan anggaran langsung dirumuskan dan diputuskan. Alasan kedua, beliau sering kembali ke lapangan untuk mem-follow-up, mengecek dan mengawal progressnya
8. Kalau beliau terpilih sebagai RI-1, semua jajaran mentri dalam kabinet Jokowi bisa dipastikan orang orang yang bersih, professional, dan ahli dalam bidangnya masing-masing (tidak seperti kabinet sekarang: hasil transaksi politik dan bagi-bagi “kue kekuasaan” antar Parpol). Artinya, 1 Jokowi menjadi puluhan “Jokowi”. Juga, semua jajaran Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, dll, se Indonesia akan “diluruskan”. Mengutip kata kata pak Basuki, Wagub DKI sekarang, kalau kepala “lurus”, semua bawahannya bisa “diluruskan”. Satu lagi, Jakarta juga akan semakin maju kalau Jokowi presiden karena Pempus dan Pemprov dan para menteri bersangkutan akan bermitra dan saling mendukung dalam membangun ibukota
9. Yang tidak kalah pentingnya, semua jajaran Polri (yang berada langsung dibawah komando Presiden) bisa dipastikan akan “dibersihkan” dari oknum oknum Jendral kotor dan korup. Seperti dalam poin #8, kalau pimpinan Polri bersih, semua anggota corpsnya mudah “dibersihkan”. Kalau Polri bersih, semua bentuk KKN di negri ini bisa “dibabat habis”
10. Yang juga tidak kalah pentingnya, APBN akan “diselamatkan”,­­ tidak bocor, “ditransparansi­­kan”, dan
digunakan sebesar-besarny­­a untuk kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia 10 poin diatas menunjukkan
bahwa kaliber seorang Jokowi adalah kaliber seorang presiden, setara dengan kaliber Soekarno atau Obama. Jokowi layak disebut “Little Soekarno” atau “Little Obama” karena postur tubuhnya yang kurus tapi gesit.
Mari kita bayangkan sejenak “Indonesia Baru”: RI-1nya Jokowi, RI-2: ?, Menteri-menteriny­­a ahli dan professional, Polrinya relatif bersih, Gubernur/­­Walikota/ Bupati/dll juga relatif bersih. Maka: 1) Keadilan dan penegakan hukum akan berdiri tegak 2) Republik yang kaya raya ini akan maju pesat mengejar ketinggalannya dari negara negara tetangga, dan akhirnya 3) seluruh rakyat Indonesia akan sejahtera.
Berikut adalah ramalan/prediksi dan berita dari situs laskarjokowi.com:
·         Jokowi dan Ramalan Angka Tujuh yang Ajaib (http://laskarjokowi.com/2014/03/18/jokowi-dan-ramalan-angka-tujuh-yang-ajaib/)
·          Menurut Ramalan Anak Indigo, Jokowi Presiden 2014? (http://laskarjokowi.com/2014/03/01/menurut-ramalan-anak-indigo-jokowi-presiden-2014/)
·         Misteri 21 Juni: Soekarno Meninggal, Jokowi Lahir (http://laskarjokowi.com/2014/03/03/misteri-21-juni-soekarno-meninggal-jokowi-lahir/)
·         Zodiak dan Shio Soekarno Sama Dengan Jokowi (http://laskarjokowi.com/2014/03/03/zodiak-dan-shio-soekarno-sama-dengan-jokowi/)
·         Sama-sama Pakai Sepatu: Jokowi Memakai Sendiri, Prabowo Dipakaikan Anak Buah (http://laskarjokowi.com/2014/04/02/sama-sama-pakai-sepatu-jokowi-memakai-sendiri-prabowo-dipakaikan-anak-buah/)
Apakah nanti terbukti Joko Widodo akan menjadi Presiden RI? Kita tunggu saja hasilnya.
           

Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini saya memprediksi Jusuf Kalla akan mendampingi Jokowi menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Mengapa? Karena canda Jokowi bisa dibilang merupakan suatu isyarat dirinya mau bersama Jusuf Kalla dalam memimpin Indonesia. Jokowi: Kalau nggak sama JK jadinya ‘Oowi’ dong (http://www.merdeka.com/politik/jokowi-kalau-nggak-sama-jk-jadinya-oowi-dong.html). Selain itu PKB yang mencapreskan Jusuf Kalla memberi isyarat koalisi dengan PDIP (http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2034552/pkb-jajaki-koalisi-dengan-pdip)

Sekian prediksi saya mengenai hal yang terjadi di tahun politik 2014. Apabila benar terjadi itu hanya kehendak Allah swt. Saya hanya mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan benak saya. Semoga yang kerusuhan itu tidak terjadi. Aamiin. Wallahualam.

0 komentar:

Posting Komentar