Bismillahirrahmanirrahim,
Dalam
artikel pertama blog ini akan membahas “Prediksi Peristiwa Pemilu 2014”. Wah
kenapa nih harus ada prediksi segala? Sebenarnya saya hanya menyampaikan apa
yang ada dalam benak saya yang mungkin bisa untuk berbagi informasi kepada para
pembacanya. Sebelumnya saya mohon maaf bukannya berusaha mendahului takdir atau
ketetapan Allah swt. Saya hanya ingin tahu apakah prediksi saya mengenai Pemilu
2014 ini tepat atau tidak. Selain itu saya sebagai seorang mahasiswa tidak
berpihak ke partai politik yang disebutkan atau memojokkan suatu partai
politik.
Kita
mulai dari tahun baru 2014 yang menandakan masuknya tahun politik bagi bangsa
Indonesia. Sebelumnya akan dibahas prediksi dari sama persisnya antara kalender
tahun 1997 dengan 2014. Pada Pemilu 1997
tuntutan perubahan semakin gencar. Pemerintah akhirnya setuju mengurangi kursi
ABRI di DPR. Dari 100 kursi dikurangi menjadi 75 kursi. Sementara
Golongan Karya berhasil memperoleh 325 kursi. Ini jumlah terbanyak sejak pemilu
1971. Partai Demokrasi Indonesia jauh terpuruk hanya mendapat 11 kursi.
Anjloknya suara Partai Demokrasi Indonesia diduga setelah masyarakat melihat
Partai Demokrasi Indonesia yang sekarang berbeda setelah tragedi 27 Juli 1996,
apalagi muncul PDI Soerjadi dan PDI Megawati. Hampir sama halnya dengan Pemilu
2014 yang diharapkan oleh masyarakat bisa membawa perubahan serta partai
politik yang elektabilitasnya sedang baik yaitu PDIP. Kita tahu pada
tahun 1997 Indonesia mengalami kerusuhan dan krisis politik yang kebetulan
tahun 2014 ini Indonesia juga akan melaksanakan tahun politik juga yaitu
pemilu.
Kita bahas persamaan tahun 1997 dengan 2014. Ambil contoh,
tanggal 1 Januari pada tahun tersebut sama-sama jatuh pada hari Rabu. Sementara
akhir tahun juga jatuh pada hari Rabu. Bulan Februari juga sama-sama mempunyai
28 hari. Setelah tahun baru Imlek terjadi pesamaan hari, tanggal, serta bulan
antara 1997 dengan 2014. Jika anda perhatikan kalender 2014 ada
beberapa angka menarik di tahun ini. Pertama tanggal 4/4/2014 jatuh hari Jumat,
kedua tanggal 6/6/2014 juga jatuh pada hari Jumat, lalu 8/8/2014 jatuh pada
hari Jumat lagi, masih ada lagi 10/10/2014 yang bertepatan hari Jumat lagi dan
terakhir 12/12/2014 tepat hari jumat juga. Coba anda bandingkan dengan kalender
1997.
Prediksi
saya beberapa peristiwa penting yang terjadi tahun 1997 akan terulang kembali
di tahun 2014. Namun, dia berharap, kejadian buruk di tahun 1997 seperti
bencana alam dan kerusuhan tidak kembali terulang. Akibat hasil pemilu
ada kerusuhan yang terjadi yang diperkirakan akan dilakukan oleh Prabowo akibat
kalah oleh Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Beliau terlihat sekali
ambisinya sebelum pemilu ketika ada kata-kata Partai Gerindra yang berbunyi “Kalau
bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.”
Setelah
PDIP menyatakan bahwa Joko Widodo menjadi calon presiden (capres). Pihak
Prabowo dan Partai Gerindra terlihat sangat kecewa. Pihak Gerindra langsung
melancarkan serangan diawali mengungkit “Perjanjian Batu Tulis” yang salah satu
berisi bahwa Megawati dan PDIP mendukung pencapresan Prabowo di Pemilu 2014.
Hingga serangan ke Jokowi yang mencari kesalahan-kesalahan dari capres PDIP
tersebut. Ini tebukti bahwa Prabowo yang merupakan mantan Komandan Jenderal
Kopassus (http://id.wikipedia.org/wiki/Prabowo_Subianto)
memperlihatkan kekecewaannya. Kemungkinan Prabowo akan menurunkan Kopassus
untuk membuat kerusuhan di Indonesia. Prabowo takut bersaing dengan Jokowi (http://news.detik.com/read/2013/12/13/135632/2441305/10/prabowo-takut-bersaing-dengan-jokowi?nd771104bcj).
Prabowo mengakui sulit, tapi yakin dirinya menang (http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/04/08/269568793/Prabowoi-Suliti-tapi-Saya-Yakin-Menang).
Prabowo bukan lawan ringan, Jokowi jangan merasa kuat (http://nasional.kompas.com/read/2014/03/17/0947409/Prabowo.Bukan.Lawan.Ringan.Jokowi.Jangan.Merasa.Kuat).
Apakah Prabowo tidak akan terima apabila gagal menjadi presiden di tahun ini?
Kita lihat saja.
Pada
pemilu ini saya prediksi partai yang memenangi pemilu 2014 adalah PDI
Perjuangan. Mengapa? Karena elektabilitasnya terus naik di tahun 2014 serta
adanya sosok Jokowi yang dianggap masyarakat bisa memberikan Indonesia lebih
baik di masa depan. Kita main prediksi angka saja. Arti dibalik Pemilu 2014, angka 2014.
20 =
Partai meraih suara kurang dari 20%
1 =
Posisi yang diraih/pemenang pemilu
4 =
Partai nomor 4 yang akan memenangkan pemilu yaitu PDIP
Apabila PDIP bisa meraih 20%
suara maka otomatis Jokowi bisa maju sebagai calon presiden.
Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini saya memprediksi Joko Widodo akan menang dan menjadi Presiden Republik Indonesia. Mengapa? Karena Jokowi terbukti menjadi walikota terbaik di dunia & beliau memiliki rekam jejak yang baik dalam memimpin suatu daerah. Berdasarkan Jokowi dan survey langit (http://nasional.inilah.com/read/detail/2083591/jokowi-dan-survei-langit#.U0UJPaiSx8o). Selain itu juga ada 10 Alasan Mengapa Jokowi Layak Dicapreskan Untuk RI-1 periode 2014-2019:
1. Dilihat dari rekam jejak dan sepak terjangnya dalam hal kesehatan,
pendidikan, perlindungan warga negara, perekonomian rakyat, dll, Jokowi adalah
seorang pemimpin yang Konstitusionalis. Artinya beliau
taat, mengerti, dan melaksanakan amanah UUD 1945 dan Pancasila (yang adalah hukum tertinggi dan fondasi Republik ini). Beliau mampu memimpin bangsa ini kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila
taat, mengerti, dan melaksanakan amanah UUD 1945 dan Pancasila (yang adalah hukum tertinggi dan fondasi Republik ini). Beliau mampu memimpin bangsa ini kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila
2.
Beliau tidak mempunyai hutang dan beban apapun kepada siapapun, baik itu beban moral,
politik, bisnis, uang, hutang budi, dlsbg, kecuali kepada Rakyat yang
dipimpinnya
3.
Beliau menganut sistem “Principled Leadership”. Artinya beliau memimpin
berdasarkan prinsip, tidak bisa dinego, disuap, dipengaruhi, diancam, dsb.
Bahkan bawahannya yang tidak mengikuti prinsip prinsip beliau akan dijatuhkan
sangsi, ditinggal, dipindahkan, atau bahkan dipecat
4.
Beliau adalah seorang pemimpin yang bersih alias bebas dari segala bentuk KKN.
Ini disebabkan oleh poin #3. Tidak pernah ada satu kasus korupsi apapun yang
menyeret atau mengarah kepadanya. Malah sebaliknya, para bawahannya yang
terlibat KKN langsung dipecat
5.
Beliau adalah pemimpin yang tegas dan berani mengambil segala resiko, asalkan
keputusan dan solusinya sejalan dengan prinsip prinsip beliau (seperti dalam
poin # 3)
6.
Beliau adalah pemimpin yang visioner dan “Results-Oriented”. Artinya beliau
selalu memimpin dengan fokus pandangan dan tujuan ke depan, selalu mempunyai
target pembangunan, dan senantiasa mengawal dan memastikan targetnya
terrealisasi
7.
Beliau adalah pekerja lapangan dan “Problem-Solver”. Alasan utama, beliau
mengerti bahwa masalah selalu ada di lapangan bukan di kantor. Oleh sebab itu beliau
sering terjun ke lapangan untuk mendengarkan langsung keluh-kesah warga, baru kemudian
beliau memetakan masalah. Setelah tahu masalahnya, solusi dan anggaran langsung
dirumuskan dan diputuskan. Alasan kedua, beliau sering kembali ke lapangan untuk
mem-follow-up, mengecek dan mengawal progressnya
8.
Kalau beliau terpilih sebagai RI-1, semua jajaran mentri dalam kabinet Jokowi
bisa dipastikan orang orang yang bersih, professional, dan ahli dalam bidangnya
masing-masing (tidak seperti kabinet sekarang: hasil transaksi politik dan
bagi-bagi “kue kekuasaan” antar Parpol). Artinya, 1 Jokowi menjadi puluhan
“Jokowi”. Juga, semua jajaran Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, dll, se
Indonesia akan “diluruskan”. Mengutip kata kata pak Basuki, Wagub DKI sekarang,
kalau kepala “lurus”, semua bawahannya bisa “diluruskan”. Satu lagi, Jakarta juga
akan semakin maju kalau Jokowi presiden karena Pempus dan Pemprov dan para menteri
bersangkutan akan bermitra dan saling mendukung dalam membangun ibukota
9.
Yang tidak kalah pentingnya, semua jajaran Polri (yang berada langsung dibawah
komando Presiden) bisa dipastikan akan “dibersihkan” dari oknum oknum Jendral
kotor dan korup. Seperti dalam poin #8, kalau pimpinan Polri bersih, semua anggota
corpsnya mudah “dibersihkan”. Kalau Polri bersih, semua bentuk KKN di negri ini
bisa “dibabat habis”
10.
Yang juga tidak kalah pentingnya, APBN akan “diselamatkan”, tidak bocor, “ditransparansikan”,
dan
digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia 10 poin diatas menunjukkan
bahwa kaliber seorang Jokowi adalah kaliber seorang presiden, setara dengan kaliber Soekarno atau Obama. Jokowi layak disebut “Little Soekarno” atau “Little Obama” karena postur tubuhnya yang kurus tapi gesit.
digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh Rakyat Indonesia 10 poin diatas menunjukkan
bahwa kaliber seorang Jokowi adalah kaliber seorang presiden, setara dengan kaliber Soekarno atau Obama. Jokowi layak disebut “Little Soekarno” atau “Little Obama” karena postur tubuhnya yang kurus tapi gesit.
Mari
kita bayangkan sejenak “Indonesia Baru”: RI-1nya Jokowi, RI-2: ?, Menteri-menterinya
ahli dan professional, Polrinya relatif bersih, Gubernur/Walikota/ Bupati/dll
juga relatif bersih. Maka: 1) Keadilan dan penegakan hukum akan berdiri tegak
2) Republik yang kaya raya ini akan maju pesat mengejar ketinggalannya dari
negara negara tetangga, dan akhirnya 3) seluruh rakyat Indonesia akan sejahtera.
Berikut
adalah ramalan/prediksi dan berita dari situs laskarjokowi.com:
·
Jokowi dan Ramalan Angka Tujuh
yang Ajaib (http://laskarjokowi.com/2014/03/18/jokowi-dan-ramalan-angka-tujuh-yang-ajaib/)
·
Menurut Ramalan Anak Indigo, Jokowi Presiden
2014? (http://laskarjokowi.com/2014/03/01/menurut-ramalan-anak-indigo-jokowi-presiden-2014/)
·
Misteri 21 Juni: Soekarno
Meninggal, Jokowi Lahir (http://laskarjokowi.com/2014/03/03/misteri-21-juni-soekarno-meninggal-jokowi-lahir/)
·
Zodiak dan Shio Soekarno Sama
Dengan Jokowi (http://laskarjokowi.com/2014/03/03/zodiak-dan-shio-soekarno-sama-dengan-jokowi/)
·
Sama-sama Pakai Sepatu: Jokowi
Memakai Sendiri, Prabowo Dipakaikan Anak Buah (http://laskarjokowi.com/2014/04/02/sama-sama-pakai-sepatu-jokowi-memakai-sendiri-prabowo-dipakaikan-anak-buah/)
Apakah nanti terbukti Joko Widodo akan menjadi Presiden RI? Kita
tunggu saja hasilnya.
Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun ini saya memprediksi Jusuf Kalla akan mendampingi Jokowi menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia. Mengapa? Karena canda Jokowi bisa dibilang merupakan suatu isyarat dirinya mau bersama Jusuf Kalla dalam memimpin Indonesia. Jokowi: Kalau nggak sama JK jadinya ‘Oowi’ dong (http://www.merdeka.com/politik/jokowi-kalau-nggak-sama-jk-jadinya-oowi-dong.html). Selain itu PKB yang mencapreskan Jusuf Kalla memberi isyarat koalisi dengan PDIP (http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2034552/pkb-jajaki-koalisi-dengan-pdip)
Sekian
prediksi saya mengenai hal yang terjadi di tahun politik 2014. Apabila benar
terjadi itu hanya kehendak Allah swt. Saya hanya mengungkapkan apa yang ada
dalam pikiran dan benak saya. Semoga yang kerusuhan itu tidak terjadi. Aamiin.
Wallahualam.
















0 komentar:
Posting Komentar